Saturday, December 12, 2009

BELANJA BULANAN

Belanja bulanan adalah istilah ku tentang kegiatan rutin yang selalu dilakukan setiap awal bulan yakni membeli keperluan rumah tangga rutin untuk pemakaian selama bulan berjalan. Kebutuhan bervariasi mulai dari sabun, odol hingga makanan instan dan susu anak-anak.

Biasanya kami lakukan pada Sabtu atau Minggu malam. Terkadang pergi berlima bersama dengan anak-anak. Namun sejak Ande & Ivan remaja sepertinya lebih sering aku dan Papa saja yang pergi. Mereka lebih suka ber-laptop-ria. Terkadang memang dengan Ryan, itupun ada syaratnya. Jika Ryan ikutan belanja bulanan syaratnya biasanya harus membeli apa yang diingininya atau makan ditempat yang dia mau. Kalau syarat tak disetujui, maka dia ngambek takkan ikut. Atau jika dia sibuk main games di laptop maka acara belanja bulanan diabaikannya.

Lokasi belanja pun bervariasi, kadang ke Carrefour, atau Suzuya, tapi lebih sering ke Hypermart walau menurutku harga-harga di sana tidak lebih murah dari belanja di minimarket atau pasar tradisional dekat rumah.

Bulan December ini belum belanja bulanan, karena si Papa sibuk berat ada urusan sana sini. Dan minggu lalu kenderaan pun sedang rusak. Jadi ya sudah keperluan yang mendesak dibeli saja disekitar rumah. Rencananya nanti malam Senin aja lah.

Intinya belanja bulanan bisa merupakan refreshing keluarga juga bagi ku.


MUSIM UJIAN

Mulai Senin yl 07 December 2009 anak-anak ujian Smester 1. Selesai ujian minggu depan. Setelah itu terima Rapor tgl.22 Dec 2009 dan libur selama 2 minggu kedepan hingga awal Januari 2010.

Pola belajar ketiga anak-anak ku berbeda.

Ande terlihat lebih tekun dan suka belajar kelompok dengan temen-temen sekelasnya yang kebetulan tinggal di komplek perumahan berdekatan dengan komplek perumahan kami.

Ivan lebih senang belajar sendiri dan selalu tidak dalam waktu yang lama, sebentar tapi beberapa kali dalam sehari.

Ryan yang masih kelas 3 SD jika belajar harus tetap ku dampingi. Jika tidak dia akan mogok belajar. Dan ketika di tegur Papa-nya barulah dia mau belajar kembali.

Beberapa hari lagi ujian selesai.Mudah-mudahan mereka mendapat nilai bagus. Amien.





Sunday, November 15, 2009

SMANSA SMA Favorit

Lama sudah tak menulis di blog ini. Jadi agak gagap juga neh. Sekarang mo cerita dikitlah tentang sekolah anak-anak. Eh sebelumnya sorry lah klo tulisan ini agak ga sesuai tata bahasa Indonesia yg baik & benar, maksudnya biar enak aja dibacanya geto. Singkatnya biar gaul dikitlah...

Akhirnya Ande & Ivan tamat SMP di Al-Azhar. Seterusnya tugas kami sebagai orang tua untuk mencarikan sekolah yg bagus bagi mereka. Mulanya Ivan diikutkan test untuk SMA Aksel di Al-Azhar tapi ga lulus. Akhirnya di coba juga di SMA I Medan (SMANSA) sekolah favorit di Medan.

Informasi dari berbagai pihak tentang sekolah tsb beragam. Ada bernada miring karena banyak anak orang kaya di dalamnya, ada juga berkesan positif karena banyak prestasi walau kebanyakan dalam bidang entertainment. Yang jelas hingga saat ini SMANSA tsb masih jadi sekolah favorit. Apalagi di sana ada SMA Internationa-lnya.

Akhirnya Ande & Ivan ikut test juga di SMA I kelas International. Meski kami tahu jika masuk disana biayanya jauh lebih mahal daripada SMA reguler-nya. But it's ok. dengan syarat jika tak lulus di Inter maka akan kembali ke SMA Al-Azhar.

Alhamdullilah akhirnya keduanya lulus di SMA International. Kami bersyukur, karena mereka mendapat sekolah favorit di kelas yg favorit walau biayanya menurutku mahal, tapi mudah2an sepadan dengan fasilitas yg didapat nantinya.

Selayang pandang tentang kelas Inter (demikian anak2ku menyebutnya) : sistem pembelajarannya secara bilingual. Dan untuk kelas bhs inggris diajar oleh native speaker. Buku pegangan juga ada yg fully English ada yg billigual. Dan setiap muridnya mendapat laptop karena belajar sudah semi e-learning. Good-lah....


Ya sekarang Ande & Ivan sekelas di kelas X SMA I International. Mudah-mudahan hingga sekarang mereka dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Semoga di smesteran nati mereka dapat ranking terbaik, ku doakan. Amien.

Saturday, March 28, 2009

Test Aksel Ivan (2-end)

Sedih dan rada kecewa juga waktu tahu Ivan ternyata tidak lulus test Aksel. Mungkin belum rezekinya. Sebenarnya aku masih penasaran. Tapi ya sudahlah.

Yang ikut test tsb berjumlah 38 orang tapi yang lulus tidak sampai 10 orang. Memang testnya ketat sekali. Syaratnya pun tinggi : nilai akademi mesti rata-rata 8 dan IQ > 130.

Sekarang aku mesti arahkan Ivan untuk ke sekolah mana. Tapi hingga kini belum tahu SMA mana bagusnya. Pilihannya SMA 1,SMA 2 atau SMA Telkom Tapi Ivan tidak mau SMA negeri.

Nantilah aku coba tanya - tanya informasi sekolah mana yang bagu selain itu.

Monday, March 23, 2009

HAPPY BIRTHDAY, RYAN

Tanggal 20 Maret 2009, Jumat, Ryan tepat berusia 7 tahun. Wah sudah besar anak ragil-ku. Dia senang sekali berulang tahun. Jauh-jauh hari dia pesan padaku untuk bawa kue HUT ke sekolah agar dapat dirayakan bersama-sama temen sekelasnya. Tapi sayang karena HUT-nya jatuh di hari Jumat, aku kan mesti kerja, maka keinginannya tak bisa kulaksanakan.

Akhirnya dia setuju merayakan HUT-nya di rumah saja dengan mengundang dua sahabatnya Wawan & Uti, keduanya anak tetangga. Jadilah Jumat malam kue ultahnya (tepatnya brownies ultah yang ku hias dengan coklat warna warni dan hiasan Naruto & lilin 7 tahun) dipotong-potong dan dibagi ke kedua temannya setelah lilin ditiup. (Wah, aku kelupaan nih membuat foto-fotonya untuk di up-load di sini). Gapapalah, pokoknya Ryan sudah senang. Apalagi dia juga dapat angpau dari Ivan, Ande, Papa dan diriku. Lumayan lah buat nambah tabungannya.

Memang sih kami tidak membiasakan diri untuk merayakan HUT anak - anak dengan meriah. Cukup di rumah saja. Jika ku sempat, kubuatkan kue, jika tidak, ku beli blackforest di bakery aja. Selain itu kubelikan juga makanan kesukaan anak-anak misal KFC, atau kami makan di luar bersama. Tambahannya, kubelikan kado kecil, atau angpau buat tabungan. Yang sederhana saja lah, pokokya berkesan.

Nah, Ryan sudah tujuh tahun, dan kami membujuknya untuk bisa tidur sekamar dengan Ivan, jangan dengan Papa Mama lagi. Akhirnya dia mau, jadi sudah 2 malam ini, mulai Sabtu malam yang lalu dia tidak tidur lagi dengan kami. Tapi sehabis subuh tetap saja dia pindah ke kamar kami. Mungkin masih belum terbiasa ya. Akupun kayaknya merasa ada yang hilang juga saat dia tidak tidur dengan kami lagi. Tapi mesti kutahan, karena memang sudah saatnya dia pisah tidur dari kami.

Ryan, semoga menjadi anak yang soleh ya nak.



Test Aksel Ivan

Akhirnya Ivan berminat juga untuk ikutan test masuk SMA Akselerasi Al-Azhar, yakni SMA dengan kurikulum 2 tahun. Test dilaksanakan selama 2 hari 21 & 22 Maret 2009 (Sabtu & Minggu). Hari pertama, test akademik (Matematika, Bhs. Inggris, Bhs Indonesia). Hari kedua psikotest.

Untuk mengikuti test tsb aku selalu memotivasi Ivan untuk belajar dengan lebih giat. Syukurnya dia tetap ikut bimbel di sekolah sehingga mudah-mudahan saja pertanyaan untuk pelajaran akademik (mata pelajaran UN) dapat dikuasainya. Untuk psikotest, aku minta dia baca buku soal-soal psikotest yang pernah dibeli dulu.

Kriteria untuk lulus di SMA Aksel ini adalah nilai rata-rata mata pelajaran yang di test 8, sedangkan IQ >130. Dulu saat Ivan masuk SMP Aksel, IQ-nya 140. Aku tidak tau juga apa IQ seseorang bisa berubah lebih baik, lebih jongkok, atau tetap saja. Wait and see, lah......

Saat ku tanyakan ke Ivan bagaimana test-nya, katanya bisa diikutinya (dijawabnya). Alhamdullilah. Semoga dia memang bersungguh-sungguh dalam menjawab semua pertanyaan test yang lalu.

Pengumuman test pada tanggal 25 Maret 2009, Rabu nanti. Ku doakan semoga anakku Ivan dapat lulus di SMA Akselerasi.

Tapi ada satu pertanyaannya tadi malam : jika seandainya tidak lulus test SMA Aksel, Ivan akan masuk kemana? Ke SMA negeri dia tidak mau. Tapi nantilah, mungkin SMA Telkom menjadi alternatif.

(to be continued......)

Monday, October 6, 2008

MENGAJI

Pertengahan August 2008 yang lalu Ryan mulai les mengaji di TPA "Assyifa" dekat rumah. Jadwalnya Senin s/d Jumat mulai jam 15.30 wib s/d 17.00 wib.


Tadinya kupikir dia tidak mau mengaji tapi akhirnya entah kenapa kog dia tertarik untuk belajar mengaji. Mungkin karena ada temen-temennya anak tetangga yang juga ikutan mengaji.

Alhamdullillah, setelah dua bulan ini kemajuannya membaca Iqra lumayan juga. Tidak terbata-bata lagi seperti sebelum ikut les.

Saat Ramadhan lalu selama 2 minggu dia tetap ngaji dan menjelang Idhul Fitri ngaji-nya libur. Tanggal 13 Oktober nanti ngaji-nya akan mulai kembali . Semoga dia tidak lupa apa yang telah dipelajari sebelumnya.

Friday, September 5, 2008

BERENANG



Sejak tanggal 12 Juli 2008 Ryan mulai latihan berenang. Jadwalnya seminggu dua kali, Sabtu sore dan Minggu pagi. Sampai tanggal 30 August 2008 lalu dia sudah latihan 11x pertemuan. Lumayan sekarang dia sudah bisa berenang gaya bebas dan gaya dada dengan teknik berenang yang benar menurut pelatihnya.

Setiap latihan hampir selalu yang mengawani aku sendiri, terkadang abangnya Ande atau Ivan, sesekali Papa. Memang pekerjaan membosankan adalah menunggunya berenang. Kalau cuma latihan sih hanya 1 jam, tapi sesudah itu Ryan pasti akan berenang lagi sambil bermain-main. Nah, yang ini bisa sampai lama. Kalau Sabtu sore kami biasa pergi pkl.16.00 pulangnya pkl. 18.00 lewat. Tapi kalau Minggu pagi mulai pkl.09.00, maka pulang bisa pkl.13.30. Lama sekali Ryan kalau sudah di dalam kolam, dia tidak mau keluar. Kadang aku kesal juga karena bosan dan melelahkan juga menunggu lama.

Bayangkan aja selama beberapa jam menunggu HP ku sampai lowbat gara-gara nge-games, kadang kalau bawa bacaan buku / koran bisa tamat semua dibaca sampai iklan-iklan-nya.

Terakhir aku menemani Ryan latihan tanggal 24 August 2008, Sabtu. Saat itu hingga jam 13.00 Ryan tidak mau keluar dari kolam walau sudah ku bujuk-bujuk. Akhirnya aku terpaksa berpura-pura akan pulang, ku bawa back-pack-nya yg berisi pakaian ganti, ketika dilihatnya aku beranjak dari tempat tunggu barulah dia keluar dari kolam. Uih....

Aku senang dia cepat bisa berenang. Cuma sekarang kulitnya menjadi lebih coklat, sampai-sampai si guru renang bertanya ke Ivan apa betul Ivan dan Ryan beradik-kakak karena dilihatnya kulit Ivan kog beda / lebih putih dari Ryan. Hehehe...

Di Ramadhan ini latihan berenangnya berhenti dulu. Nanti setelah lebaran akan di sambung lagi. Juga biar kulitnya selama sebulan ini bisa normal lagi. Mudah-mudahan ya.....

Thursday, July 17, 2008

Ambilkan bulan Ma.........

Ada perjanjian ku dengan Ryan disaksikan Papa, Ande dan Ivan, bahwa mulai tanggal 14 Juli 2008, Senin malam, Ryan akan tidur sekamar dengan Ivan.

Setelah bertahun-tahun Ryan selalu ku keloni sebelum tidur, rasanya sedih juga melepas dia tidur di tempat tidur sendiri. Tapi itu memang harus dilakukan, karena sekarang usianya sudah 6 tahun 4 bulan dan sudah naik ke kelas 2 SD, jadi sudah pantas tidak tidur di kamar kami lagi.


Sebenarnya aku sudah minta ke Ryan saat dia masuk kelas 1 SD agar pisah tidur dari kami, tapi Ryan tidak mau. Ya Ryan manja sekali pada ku dan selalu minta dikeloni jika tidur sambil dielus punggungnya dan kunyanyikan lagu "Ambilkan bulan bu" tapi ku rubah menjadi " Ambilkan bulan Ma.."

Jadi Senin malam yang lalu dia ku keloni tidur di tempat tidurnya sambil kunina-bobokan dengan lagu "Ambilkan bulan Ma", tak terasa air mata ku berlinang juga, karena ternyata Ryan sudah besar, sudah harus mandiri. Aku teringat saat-saat dia bayi, balita, dan kini sudah 6 tahun lebih.....Sepanjang tahun-tahun itu aku selalu mengelus punggungnya dan menyanyikan lagu kesenangannya itu. Jika dia rewel, maka mendengar lagu itu dia akan tertidur pulas.

Tapi malam itu , ku katakan pada Ryan, kalau tengah malam dia terbangun masih boleh lah pindah ke kamar ku. Dan bener, tengah malam dia terbangun kembali ke kamar ku. Selasa malam dia ngotot tetap mau tidur juga dengan ku. Rabu malam si Papa ke Tebing Tinggi ada urusan keluarga jadi kembali Ryan, juga Ivan, tidur dengan ku.

Nanti malam aku harus membujuknya lagi untuk pindah tidur. Mudah-mudahan dia betah di tempat tidurnya sendiri.

Waktu ternyata begitu cepat berlalu.....dan "Ambilkan bulan Ma" semoga menjadi kenangan indah baginya.

Ambilkan bulan, Ma... 2x
yang menerangi di malam gelap

Bulan bersinar
cahyanya sampai ke bintang

Ambilkan bulan Ma.... 2x
yang menerangi di malam gelap






Busana Terbaik

Anakku yang satu ini, Ande, memang selalu rapi. Apapun yang dimilikinya akan tersimpan dan terjaga rapi dalam tas atau lemarinya. Tulisannya juga bagus dan rapi. Jangan tanya pula jika dia sudah mulai berpakaian untuk kesekolah atau keluar rumah, pasti lah rapi dan tentu butuh waktu lebih lama. Kadang aku dan papanya suka marah juga kog anak ku ini seperti cewe sangat memperhatikan penampilan. Tapi setelah ku amati mungkin ini juga sisi baik darinya dan yang terpenting dia tidak kemayu seperti anak cewek. Artinya dia normal sebagai anak laki-laki yang berpenampilan rapi, geto lho. Hm..memang sangat bertolak belakang dari Ivan dan Ryan adik-adiknya.

Kerapiannya ini ada hikmahnya. Saat duduk di SD, dia terpilih sebagai murid Berbusana Terbaik. Dan sekali lagi pada saat SMP ini dia juga terpilih kembali menjadi murid Berbusana Terbaik. Tanggal 14 Juli 2008 yang lalu dia mendapat piagam saat upacara di sekolah. Sayang aku tidak dapat hadir.

Iseng-iseng aku berkesimpulan bahwa ketiga anak ku punya talent yang berbeda-beda : Ryan bagus untuk menjadi atlet (hobinya naik sepeda, main bola dan berenang); Ivan cocok menggeluti IT, dan Ande pas banget dalam soal modelling.

Hm...ntar deh....yang terpenting urusan sekolah mereka ga jeblok aja.

English Debate

Tanggal 03 Juli yang lalu s/d 05 Juli Ivan menghabiskan waktu liburnya mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional Sumut. Acaranya berupa perlombaan berbagai macam materi seperti lomba IPA, IT, Cerdas Cermat, Debat dalam bahasa Inggris, Kesenian (modelling, puisi), dll. Semua sekolah tingkat SD, SMP, SMU boleh ikut. Tetapi peserta lomba dikhususkan pada pelajar yang berkemampuan "luar biasa" dalam hal ini pelajar berkemampuan di atas rata-rata dan pelajar dengan kemampuan di bawah rata-rata.

Dari SMP Akselerasi Al-Azhar, Ivan terpilih untuk ikut lomba debat bahasa Inggris antar sekolah bersama seorang temannya sekelas, Nasir. Mulanya Ivan tidak begitu pede untuk ikut lomba tsb, dia merasa tidak bisa, katanya. Tapi kami sebagai orang tua, walaupun juga sebenarnya tidak terlalu yakin bahwa Ivan bisa mengikuti lomba, tetap memberi motivasi padanya agar mau ikut. Kami katakan bahwa tidak penting apakah nantinya Ivan menang atau kalah dalam lomba tsb, yang terpenting Ivan sudah punya pengalaman berpartisipasi. Alhamdulillah akhirnya Ivan bisa kuat hati untuk ikut.


Jadilah selama beberapa hari menjelang tanggal 03 Juli, Ivan bulak balik ke sekolah untuk latihan dengan guru bahasa Inggris. Tapi begitupun aku dibuat sibuk juga untuk membantunya menyiapkan karangan tentang Kontroversi Ujian Nasional, dalam bahasa Inggris lagi. Materinya kami ambil dari berbagai sumber di internet lalu diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Lumayan butuh energi ekstra juga apalagi saat itu pembantuku lagi mudik belum balik ke Medan. Repot dan heboh lah, ngerjain terjemahannya bisa sampai tengah malam. Demi anak, dijalani jugalah.

Tanggal 3 Juli Ivan dari sekolah bersama guru pendamping dan peserta lainnya pergi ke tempat acara dan menginap disana selama 2 malam. Jadwalnya, 3 Juli acara pembukaan, 4 Juli lomba debat dan lomba-lomba lainnya, 5 Juli selesai/pulang.

Tanggal 5 Juli sesampai di rumah ku wawancara Ivan bagaimana acara lombanya. Katanya dia bagus dalam debat-nya tapi kalah di bagian essay. Ya tidak masalah kata ku, karena dia sudah mau ikut partisipasi saja itu sudah bagus untuk menambah pengalamannya. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang baik baginya tentang keberanian dan kepercayaan diri berbicara di depan orang ramai. Btw, Yang menang di acara debat itu adalah sekolah St.Thomas, juara kedua dari Al-Azhar, si Nasir, teman Ivan.

Aku masih penasaran juga bagaimana Ivan saat berdebat, maka kutanyakan padanya kira-kira dalam debat itu apa yang ditanyakan judges padanya.

"Salah satu pertanyaan judges Ma, 'Do you think that teachers are some kind of facilities of a school?', " katanya.
"Apa jawab Ivan?" tanyaku.

"Gampang aja, jawabannya '
I think teachers are not school's facilities, but they are student's parents at school'," jawabnya.
"Hey...bagus jawabannya Van, " pujiku, agak terkejut kog dia punya ide seperti itu.

Terus terang aku tidak menyangka bahwa Ivan punya good talent dalam berbahasa Inggris. Mungkin ini salah satu hal baik darinya yang mesti dikembangkan selain kemampuannya menyerap materi IT. Dari segi penguasaan vocabulary dan pronounciation sudah lumayan lah, tapi grammar-nya, terutama dalam menulis yang masih perlu banyak latihan.

It's okey son, keep on learning, Mom will lead you the way.........



Sunday, July 13, 2008

LIBURAN ahh...(2-ending)

Hari Jumat, 11 Juli, liburan di habiskan di rumah saja. Anak - anak lebih pilih untuk nge-games di PC. Ya no problem. Aku sendiri punya jadwal untuk jemput baju sekolah anak - anak di tukang jahit yang sudah dijahitkan simbol dan nama. Urusan baju anak-anak sudah klar jadinya.

Malamnya cuma ngumpul sama anak-anak, biasa nonton tv dan main PC.

Sabtu, 12 Juli, siang pergi kondangan anak kerabat yang sunatan. Ryan mau ikutan tapi ketika tahu Ivan tidak ikut langsung dia ganti baju dan batal pergi. Ya sudah lah aku aja yang pergi bareng para sepupu ku.

Sore jam 15.00 wib jadwal les berenang Ryan yang pertama. Kami pergi berempat, aku , Ande, Ivan, Ryan, diantar Papa. Wah, dia semangat sekali. Di kolam sebentar-sebentar tanya apa guru renang nya sudah datang padahal belum jam 4. Pas jam 4 si guru renang datang, seneng sekali dia. Sebelum latihan berenang sudah 1 jam dia di dalam air. Giliran latihan berenang dia diajarkan ambil napas, menggerakkan kaki, meluncur pakai papan luncur. Biasanya dia berenang di kolam anak, nah sekarang harus dikolam yang lebih dalam sekitar sepinggang orang dewasa. Jadi saat latihan meluncur atau menggerakkan kaki dia harus berpegangan kuat di tepi kolam atau dengan pelatihnya.

Meski cape harus bulak balik dari satu sisi kolam ke sisi lainnya, sepertinya dia enjoy saja. Tapi begitupun katanya cape juga lah. Untung aku bawa makanan banyak jadi begitu cape dia istirahat dan makan sebentar. Jam 5 latihan berenang nya selesai, ya 1 jam saja. Tapi kemudian tetap dilanjutkan dengan main di air. Akhirnya hampir jam 6 sore juga kami pulang, itupun singgah di swalayan lagi buat beli makanan. Ternyata berenang membuat anak-anak kelaparan.

Pagi Minggu ini, 13 Juli, harusnya Ryan latihan berenang kembali jam 8. Tapi setelah aku selesai mempersiapkan semuanya untuk berenang dia masih belum bangun. Kubujuk dia untuk segera bangun. Tapi dia masih bermalas-malas di tempat tidur. Akhirnya kutanyakan apa dia mau berenang hari ini atau tidak. "Hari ini tidak usah berenang, capek Ma," katanya. Oalah...Ryan.

Akhirnya lewatlah jadwal berenang hari ini. Tapi dia janji Sabtu dan Minggu depan akan tetap berenang. Kalau tidak kan sayang biaya renang sudah di bayar. Ya kita lihat aja lah nanti.

Well, selesai sudah cerita liburan dan cuti ku. Sebagai penutup libur nanti sore aku mau buatin anak - anak brownies dan juga banana cake. Hm.. yummy. Seneng juga sudah bisa bersenang-senang dengan anak-anak selama seminggu ini.

Besok Senin mulai ngantor lagi.
Ahhhh...cape deh!

Thursday, July 10, 2008

LIBURAN ahh...(1)

Cuti sudah diberikan mulai tanggal 07 Juli, ngantor lagi tanggal 14 Juli. Lumayan. Jadilah aku mengawani anak-anak liburan walau cuma seminggu. (Tapi si Papa tidak bisa ikut cuti karena banyak lah urusan kantornya yang harus di selesaikan apalagi sekarang beberapa kantor BNI di Medan sedang di merger). Ok, no problem. Ada rencana mau ke Tebing Tinggi atau ke Banda Aceh, tapi anak - anak tidak mau, capek katanya jalan - jalan ke luar kota, mending di Medan aja.

Senin lalu tanggal 07 Juli, jadwal ku membeli baju seragam anak-anak yang baru, soalnya yang lama sudah pada sempit. Hanya Ande yang mau ikut dengan ku, Ivan dan Ryan main di rumah saja, katanya. Ke toko baju, lalu ke Medan Mall makan siang dulu. Janjian sama si Papa ketemu di Ayam Penyet maka lunch lah kami bertiga. Papa ngasih info untuk beli buku-buku dan stationery di grosir di seberang Medan Mall. Kami ikuti sarannya, dan bener memang lebih murah beli di grosir stationery. Lumayan penghematan, kan.

Di hari Selasa 08 Juli, jadwal kami ke Sun Plaza karena anak - anak terutama Ryan mau main di Timezone. Jadilah sebelum siang kami ke Sun Plaza. Cari buku dulu di Gramedia. Ande pilih buku tentang Global Warming dan Psikotest. Kutanyakan padanya kenapa pilih buku-buku itu. Katanya cuma ingin baca, ingin tahu lebih dalam tentang dua hal tersebut. Good, good.

Ivan seperti biasa memilih buku yang berhubungan dengan IT, kali ini dia pilih tentang Flash, ga ngerti aku apa isinya, katanya sih itu untuk aplikasi beberapa software komputer. Ya deh, Van. Selain itu dia juga ambil buku tentang cerita-cerita klasik dalam Al-Quran.

Si kecil Ryan tidak mau kalah. Dia pilih buku mewarnai Tom & Jerry plus satu buku berjudul "Kuman Baik" atau "Good Germs" ini buku billingual, isinya disampaikan dalam dua bahasa, Inggris dan Indonesia. Hm..ada kemajuan. Dan memang Ryan membaca bukunya samapai selesai. Tidak seperti yang lalu - lalu setelah beli buku, bukunya tidak di baca, cuma di lihat-lihat aja gambarnya.

Dari toko Gramedia, kami makan siang di KFC aja. Baru setelah itu tujuan utamanya : nge-games di Timezone. Lama banget sampai aku sempet baca sebahagian buku yang kupilih tentang nge-blog dan hacking di blog. Belakangan, baru kusadari bahwa buku tentang blog yang berjudul "Build and Hack Your Blogger Now" itu ternyata ditulis oleh seorang remaja yang masih duduk di bangku SMP di Gresik, masih berumur 15 tahun saat ini. Namanya, Adam Pahlevi Baihaqi. Tapi prestasinya bok patent punya : pemegang rekor MURI sebagai pogrammer termuda ketika usia 11 tahun; sebagai Programmer AntiVirus Freeware dengan nama SAVE (2007) dan AVEL (2008); juga pembuat Pogram database beberapa instansi periode 2005-2006. Ck..ck..ck. Dan bukunya sendiri yang telah kubaca, tapi belum sempat ku-aplikasikan memang lebih lengkap dibandingkan dengan buku-buku tentang blog lainnya yang pernah ku beli.

Walau memang liburan anak-anak cuma keliling plaza & mall. aku berharap mereka punya tambahan pengalaman, lewat permainan dan buku - buku yang dibaca.

Rabu, 09 Juli, jadwalnya adalah berenang. Ok, kami pilih yang dekat rumah saja di kompleks Citra Wisata. Jadilah Aku, Ivan dan Ryan ke sana. Jangan heran jika anak-anak sudah berada di kolam renang pasti tidak akan mau cepat-cepat beranjak dari sana. Pergi jam 2 siang, lewat jam 5 sore baru klar berenang-nya, terutama Ryan. Nungguin anak-anak berenang kadang membosankan tapi aku lebih suka sambil baca dan juga tentu sambil ngemil, smoga aku tidak makin budiman (bunder dimana-mana) setelah cuti. Ada buku menarik yang kubawa saat itu judulnya "Einstein Aja Gak Tau!" karangan Robert L Wolke. Ini buku bagus dibaca karena berkaitan dengan kejadian sehari-hari di sekeliling kita yang penjelasannya secara logika dan ilmiah yang disampaikan dengan bahasa sederhana. Misalnya tentang mengapa sabun berbusa, mengapa lilin terbakar, dan sejuta how, what dan why lainnya.

Oit ya tentang berenang untuk ke depan aku sudah jadwalkan Ryan untuk les berenang di sana setiap Sabtu sore dan Minggu pagi. Jadi Sabtu Minggu aku punya tugas tambahan nganterin Ryan berenang. Enjoy aja lah yaw. Selain berenang dia juga mau les Inggris. Nanti deh aku cari jadwalnya.

Hari ini Kamis, 10 Juli, jadwal libur di isi dengan ke warnet. Ivan dan Ryan yang ikut, Ande di rumah aja nge-games di PC rumah. Beberapa minggu ini sebelum liburan PC di rumah sedang rusak, bulak balik dibetulin ga klar juga, baru tadi malam bisa di pakai walau internet / speedy-nya belum aktif. Jadinya kami ke warnet-lah. Tapi ada bagusnya PC rusak, bisa menjadi pembelajaran bagi Ivan untuk mengenal lebih jauh tentang hardware dan software sebuah PC.

Ok sekarang anak-anak masih nge-games dan aku sendiri sudah hampir selesai menulis postingan ini. Setelah ini kami akan makan bakso....hm....yummy. Liburan atau cuti memang uennak tenan.......nanti cerita jurnal liburan kita lanjutkan lagi ya. Bye.

Tuesday, June 24, 2008

Banting Tulang neh......


Gawat deh. Sejak Jumat sore lalu si Wak As, asisten RT ku, pulang kampung di daerah Bamban, sebelum Tebing Tinggi, karena katanya mau ambil rapor anaknya yang naik ke kelas 3 SMU. Tapi Minggu pagi dia telpon mengatakan minta izin libur seminggu, katanya mau melihat adiknya yang sakit karena tabrakan di Pekanbaru. Bah...gawat deh. Selalu begitu. Setiap pulang kampung pasti molor pulang ke Medan lagi.

Setelah berunding dengan sua
mi dan anak-anak, maka kuizinkan dia libur. Jadi Sabtu atau Minggu depan dia kembali ke Medan.

Tapi yang tak kusangka rupanya Ryan mulai Senin kemarin sudah libur sekolah. Aku jadi panik juga. Siapa yang jaga dia kalau kami semua pergi. Ande dan Ivan masih masuk sekolah untuk remedial, sekitar jam 12.00 siang baru tiba di rumah. Belum memungkinkan Ryan sendirian di rumah tanpa penjaga. Mau minta tolong ke tetangga aku sungkanlah. Akhirnya, ku minta tolong ke Elly, keponakan jauh, tapi akrab dengan kami. Syukur Elly mau menolongku menemani Ryan.

Pagi Senin kemarian aku sibuk berat menyiapkan sarapan dan makan siang buat anak-anak. Heboh lah pokoknya. Untung saja baju-baju sudah kucuci malamnya, jadi pagi tidak repot lagi soal cucian. Syukur juga Ryan ditemani Elly dirumah dan aku pun dengan tenang dapat ke kantor. Dari kantor anak-anak kupantau via hp.

Pulang kantor lumayan rumah tidak berantakan. Anak-anak mau cuci piring untuk makan siang mereka. Sampah pun bisa dibereskan mereka. Aman dah.

Tadi malam kami berunding lagi dengan anak-anak. Diputuskan bahwa Ande dan Ivan akan bergantian tidak sekolah mulai hari ini. Ande sudah selesai remedial, jadi ke sekolah pun tidak ada kegiatan dan tidak di absen guru katanya, maka tidak mengapa jika tidak datang. Jadilah hari ini giliran Ande tidak sekolah untuk menemani Ryan, sedangkan Ivan tetap ke sekolah karena hari ini terakhir kalau kalau ada remedial. (Ternyata tidak ada remedial).

Jadi tadi pagi ku telpon Elly agar dia tidak perlu ke rumah ku karena sudah ada Ande yang menemani Ryan.

Aku lega dengan solusi ini. Ternyata tanpa pembantu urusan rumah tangga bisa berjalan lancar, walau aku ekstra capek dan repot. Pulang kantor aku singgah ke warung, belanja sayur dan ikan buat malam dan siang esoknya. Sampai rumah aku harus masak dan mencuci pakaian juga piring-piring. Wuiihhh... heboh lah. Jam sembilan malam semuanya baru klar. Syukur naka-anak mau turut membantu ku, angkat piring, membantu cuci pakaian dengan mesin cuci, dll. Lumayan agak ringan juga sih.

Nanti sore aku sudah punya jadwal untuk belanja lagi buat persediaan. Terus, masak makan malam, cuci dan setrika pakaian. Pakaian yang belum disetrika menumpuk sudah tiga hari. Dan ngepel deh, sudah 3 hari juga belum ngepel sejak si wak As libur. Hehehe...jangan dipikirkan, dijalani saja.

Tanpa pembantu, ternyata ada hikmahnya. Mau tahu, ini nih...:
  • Keluarga jadi lebih kompak untuk saling bantu. Meski anak-anak ku semua laki - laki, yang terpenting mereka tidak sungkan mengerjakan tugas rumah tangga.
  • Anak-anak lebih tahu diri dan mandiri untuk meringankan pekerjaan rumah tangga.
  • Aku bisa menyediakan makanan yang baik buat keluarga yang kumasak sendiri. Selama ini kan si Wak As yang masak setiap aku kerja, Sabtu Minggu aja paling aku bisa buat masakan.
  • Satu lagi, aku jadi lebih kenal dan paham seluk beluk rumahku.
Jadi sudah saatnya aku dan keluarga untuk bersiap-siap jika suatu saat nanti kami memang tidak memerlukan pembantu.

MEEOONG.....passed away


Kabar duka cita. Dua ekor bayi kucing yang dipelihara Ryan akhirnya mati. Yang pertama mati pada hari kamis yang lalu, dan yang satunya mati di hari Minggu. Bayi kucing pertama dikubur oleh Ryan dan di Ivan di tanah kosong sebelah rumah.

Apa boleh buat, bayi-bayi kucing itu terlalu imut dan daya tahannya mungkin tidak sekuat bayi-bayi kucing yang di asuh induknya. Memang bayi-bayi kucing itu sangat rentan tanpa pengasuhan induknya.Padahal anak-anak (Ryan dan Ivan sudah rajin memberi susu cair. Di hari Minggu pagi aku sendiri masih sempat memberikan susu dan membersihkan bulu-bulu bayi kucing terakhir. Tapi menjelang siang si kucing semakin lemah apalagi udara saat itu sangat panas. Akhirnya menjelang sore si kucing tidak bergerak lagi. Ku sentuh dan ku goyang-goyang sedikit tubuhnya, dia tak bergerak.Passed away, akhirnya.


Bayi kucing kedua ini dikubur juga di tanah kosong sebelah rumah oleh Ryan dibantu tukang yang sedang mengerjakan parit depan rumah.


Tapi Ryan sepertinya tidak sedih dengan kepergian dua bayi kucing itu. Ya sudah jadi pelajaran saja baginya.

Thursday, June 19, 2008

You're welcome.....

Ada pertanyaan Ivan yang sudah diajukannya 2x pada ku. Tapi dia masih penasaran, sehingga tadi malam masih ditanyakannya untuk ketiga kalinya.

"Ma, kenapa kalo dalam bahasa Inggris orang mengucapkan terima kasih (
thank you) selalu dijawab dengan 'you're welcome', bukannya 'come-back' atau 'same same'"

Pertanyaan kecil, tapi bikin aku tersenyum dan berpikir bagaimana menjawabnya dengan tepat sehingga Ivan tidak bolak balik bertanya masalah yang sama.

"Van, ungkapan dalam bahasa Indonesia tidak selalu sama untuk diterapkan atau digunakan dalam bahasa Inggris. 'Come-back' artinya memang kembali, 'same same' di-indonesia-kan menjadi sama-sama. Kedua arti ungkapan itu memang biasa kita pakai dalam bahasa Indonesia, tapi itu tidak cocok untuk digunakan dalam bahasa Inggris,". Jadi panjang kan jawabanku.

"Kenapa, Ma?" tanya Ivan lagi.

"Karena pola pikir berbahasa orang Inggris dan Indonesia tidaklah sama. Jadi jika kita ingin belajar bahasa Inggris kita harus masuk dalam pola pikir berbahasa Inggris. Tidak bisa kita terapkan yang Indonesia. Begitu pun kalo kita belajar bahasa lainnya. Harus selalu mengacu dari mana sesuatu bahasa berasal. Ungkapan 'you're welcome' bisa juga kita ganti menjadi 'don't mention it' yg artinya kira-kira 'jangan sungkanlah'. Jelas, Van?"

"Ok, Ma."

"Ntar kalo belum jelas coba lah tanya ke guru lagi ya," jawab ku akhirnya.

Mudah-mudahan besok - besok tidak muncul lagi pertanyaan ini dari-nya.

Wednesday, June 18, 2008

Lagu Indonesia Raya


Hari Senin yang lalu ujian terakhir Ryan dengan mata pelajaran Kesenian dan Menggambar. Untuk Kesenian murid - murid diwajibkan menyanyikan lagu "Indonesia Raya", dan boleh memilih beberapa lagu plihan yang sudah ditentukan guru. Ryan memilih lagu "Halo Halo Bandung" untuk lagu pilihan.

Untuk menggambar juga ada beberapa pilihan gambar yang telah ditentukan guru untuk dipilih oleh murid. Ryan memilih gambar bebek. Kutanyakan padanya mau pakai crayon atau pinsil warna untuk mewarnai gambarnya. Ryan pilih crayon. Tapi untuk antisipasi maka crayon dan pinsil warna kumasukkan semua ke tasnya.

Senin malam sepulang kantor kami tanyakan tentang hasil ujian menyanyi dan menggambarnya.

"Gimana menggambarnya Ryan?", tanyaku.
"Siap, Ma. Ryan gambar bebek. Tiga ekor. Tapi ga jadi pake crayon, pake pinsil warna aja," jawabnya.
"Lho katanya mo pake crayon, kenapa ga jadi?"
"Males Ma," begitu jawabnya enteng.

Giliran papanya menanyakan soal ujian menyanyinya.

"Agak bisa, Pa,"jawabnya.
"Maksudnya agak bisa apa tuh?" tanya si Papa lagi.
"Maksudnya, Halo Halo Bandung nya bisa, tapi Indonesia Raya-nya agak bisa karena ada kelupaan kata-katanya," penjelasan Ryan.
"Ooo..gitu, tapi kan sudah tiap hari latihan menghafalnya sama Mama,"
"Ya tapi masih lupa, lagunya panjang kali......,"jawabnya

Dari kamar, aku yang mendengar percakapan Ryan dan Papa-nya terpaksa senyum sendiri. Soalnya Ryan menghafalnya sambil main monopoli dan mengurus bayi kucing sih atau sambil main Zuma. Fyi, sejak Sabtu sore dia sudah boleh main karena ujian Senin tidak sulit, tapi ternyata masih belum hafal.......


Tuesday, June 17, 2008

MEEOONG.....


Bayi - bayi kucing itu ditemukan tukang pemotong rumput di tanah kosong sebelah rumah pada siang Minggu. Ada tiga ekor, berwarna kuning, belang putih kuning dan yang hitam belang abu-abu. Belum ketahuan yang mana induknya. Tapi yang kuning akhirnya dibawa pergi oleh induk kucing lain yang sedang hamil. Entah kemana dibawanya sampai hari ini belum kembali.

Ryan senang sekali dengan 2 ekor bayi kucing itu. Keduanya masih imut sekali, seperti tikus kecil, matanya masih belum melek, dan tali pusar pun masih belum lepas, sepertinya baru dilahirkan Sabtu lalu. Keduanya diletakkan di sebuah kotak besar yang telah dialasi kain bekas.


Sore Minggu itu badan kucing dibersihkannya dengan tissue basah lalu diminumkan susu cair. Ivan membantunya memasukkan susu ke mulut bayi kucing. Lumayan ada juga yang dimakannya, karena kasihan induknya entah kemana.


Malam hari kucing diletakkan di dekat pintu belakang. Tapi kemudian dibawa keluar agar induknya mau mendekat. Melihat ini Ryan menangis keras karena dia takut jika induknya datang maka kucing akan dibawa pergi. Memang ada dua ekor kucing betina, yang lagi hamil dan yang tidak hamil yang mendekati kotak bayi kucing. Tidak tahu apakah yang tidak hamil itu induknya atau bukan. Ryan masih menangis juga dan kemudian terdiam ketika induk-induk kucing itu menjauhi kotak. Akhirnya bayi kucing dibawa kembali ke dalam rumah diletakkan didekat pintu belakang.


Ryan kelihatan lega kucingnya tidak jadi pergi.


Sampai hari ini Ryan selalu menjenguk kucingnya setiap bangun tidur. Dia senang sekali mengetahui kucingnya aman - aman saja. Sepulang sekolah dan malam hari bayi-bayi kucing selalu diberi susu, "
biar ga lapar, kan ga ada mamanya", katanya. Jadi setelah kemarin selesai ujian maka kesibukan Ryan ya mengurus bayi - bayi kucing itu.

Wednesday, June 11, 2008

UJIAN


Ujian kenaikan kelas II SD Ryan sudah dimulai tanggal 09 Juni 2008, Ande & Ivan 10 Juni 2008. Kali ini Ivan ujian Smester 1 untuk kelas VII SMP. Sedang Ande ujian smester 2 untuk naik klas VIII SMP.

Biasanya untuk memaksimalkan belajar anak-anak, maka aku akan berpesan agar mereka belajar lebih intensif. Tidak banyak main. Untuk mendukung situasi belajar yang kondusif (ceile..) maka TV dan PC tidak boleh di sentuh anak-anak. Tak ada TV, tak ada games.

Ryan selalu kudampingi belajar. Jika tidak dia akan mogok belajar. Tadi malam dia harus belajar IPS dan Bahasa Arab / Arab Melayu. Kubantu dia membacakan soal-soal yang ada di buku untuk dijawabnya. Setengah jalan dia minta belajar matematika. Aku jadi heran, padahal matematika baru hari Jumat ujiannya. Tapi dia tetap berkeras. Jadi kubiarkan saja dia beberapa lama mengerjakan soal-soal matematika yang dipilihnya sendiri dari buku matematika.

Aku baru ingat dia paling suka matematika. Jadi sudahlah selama setengah jam lebih dia mengurak-atik matematika, baru kemudian kembali ke IPS dan bahasa arab-nya.

Belajar dengan Ryan perlu energi lebih untuk membuat dia fokus dan konsentrasi pada apa yang dipelajari. Yang jelas memang harus sabarlah. Tapi begitupun aku juga jadi dapat ilmu, misalnya tentang kata-kata dalam bahasa arab. Madrasatun, baitun, khomsatun, dll. Ya lumayan lah.....


Tuesday, June 10, 2008

MAAFKAN YA MA......


Kemarin sore dia minta dibelikan pinsil 2B yang Staedler atau Faber Castell dan penghapus untuk ujian hari ini. Ku katakan pinsil dan penghapus banyak di rumah, di lemari Ryan.

Tapi tadi pagi dia sibuk minta pinsil dan penghapus, padahal aku juga lagi repot menyiapkan bekal untuk dibawanya ke sekolah.

"Mama mana pinsilnya?" pintanya.

"Di lemari Ryan, ambil aja. Kenapa kamu tidak ambil dari tadi malam. Sekarang sudah mau pergi baru sibuk nyari pinsil," jawabku sambil terus menyiapkan kerjaanku. Kulirik dia menuju ke lemari Ryan, tidak lama kembali lagi ke arah ku.

"Mama, di sebelah mana pinsilnya?! Cepetlah Ma...!" suaranya meninggi.

Ku siapkan kerjaan ku lalu kuambil pinsil, penghapus dan rautan di lemari. Tanpa bicara kuraut pinsil dan kuserahkan padanya.

Aku sedang di kamar mandi mencuci tanganku. Tidak lama dia mendekati ku dan di salaminya aku, kupikir dia akan menyalami ku seperti biasa setiap kali jika mau ke sekolah, tapi kali ini dia menyalami ku bukan karena itu.

"Ma, Ivan minta maaf ya, tadi sudah marah ke Mama", katanya pelan.

Aku terdiam agak kaget juga karena tidak biasanya dia begitu.

"Ya sudahlah ga pa pa nak," jawab ku.

Ternyata dia yang kutahu begitu tinggi ego-nya, sekali ini ternyata bisa juga melawan ego-nya.