Thursday, July 17, 2008

Ambilkan bulan Ma.........

Ada perjanjian ku dengan Ryan disaksikan Papa, Ande dan Ivan, bahwa mulai tanggal 14 Juli 2008, Senin malam, Ryan akan tidur sekamar dengan Ivan.

Setelah bertahun-tahun Ryan selalu ku keloni sebelum tidur, rasanya sedih juga melepas dia tidur di tempat tidur sendiri. Tapi itu memang harus dilakukan, karena sekarang usianya sudah 6 tahun 4 bulan dan sudah naik ke kelas 2 SD, jadi sudah pantas tidak tidur di kamar kami lagi.


Sebenarnya aku sudah minta ke Ryan saat dia masuk kelas 1 SD agar pisah tidur dari kami, tapi Ryan tidak mau. Ya Ryan manja sekali pada ku dan selalu minta dikeloni jika tidur sambil dielus punggungnya dan kunyanyikan lagu "Ambilkan bulan bu" tapi ku rubah menjadi " Ambilkan bulan Ma.."

Jadi Senin malam yang lalu dia ku keloni tidur di tempat tidurnya sambil kunina-bobokan dengan lagu "Ambilkan bulan Ma", tak terasa air mata ku berlinang juga, karena ternyata Ryan sudah besar, sudah harus mandiri. Aku teringat saat-saat dia bayi, balita, dan kini sudah 6 tahun lebih.....Sepanjang tahun-tahun itu aku selalu mengelus punggungnya dan menyanyikan lagu kesenangannya itu. Jika dia rewel, maka mendengar lagu itu dia akan tertidur pulas.

Tapi malam itu , ku katakan pada Ryan, kalau tengah malam dia terbangun masih boleh lah pindah ke kamar ku. Dan bener, tengah malam dia terbangun kembali ke kamar ku. Selasa malam dia ngotot tetap mau tidur juga dengan ku. Rabu malam si Papa ke Tebing Tinggi ada urusan keluarga jadi kembali Ryan, juga Ivan, tidur dengan ku.

Nanti malam aku harus membujuknya lagi untuk pindah tidur. Mudah-mudahan dia betah di tempat tidurnya sendiri.

Waktu ternyata begitu cepat berlalu.....dan "Ambilkan bulan Ma" semoga menjadi kenangan indah baginya.

Ambilkan bulan, Ma... 2x
yang menerangi di malam gelap

Bulan bersinar
cahyanya sampai ke bintang

Ambilkan bulan Ma.... 2x
yang menerangi di malam gelap






Busana Terbaik

Anakku yang satu ini, Ande, memang selalu rapi. Apapun yang dimilikinya akan tersimpan dan terjaga rapi dalam tas atau lemarinya. Tulisannya juga bagus dan rapi. Jangan tanya pula jika dia sudah mulai berpakaian untuk kesekolah atau keluar rumah, pasti lah rapi dan tentu butuh waktu lebih lama. Kadang aku dan papanya suka marah juga kog anak ku ini seperti cewe sangat memperhatikan penampilan. Tapi setelah ku amati mungkin ini juga sisi baik darinya dan yang terpenting dia tidak kemayu seperti anak cewek. Artinya dia normal sebagai anak laki-laki yang berpenampilan rapi, geto lho. Hm..memang sangat bertolak belakang dari Ivan dan Ryan adik-adiknya.

Kerapiannya ini ada hikmahnya. Saat duduk di SD, dia terpilih sebagai murid Berbusana Terbaik. Dan sekali lagi pada saat SMP ini dia juga terpilih kembali menjadi murid Berbusana Terbaik. Tanggal 14 Juli 2008 yang lalu dia mendapat piagam saat upacara di sekolah. Sayang aku tidak dapat hadir.

Iseng-iseng aku berkesimpulan bahwa ketiga anak ku punya talent yang berbeda-beda : Ryan bagus untuk menjadi atlet (hobinya naik sepeda, main bola dan berenang); Ivan cocok menggeluti IT, dan Ande pas banget dalam soal modelling.

Hm...ntar deh....yang terpenting urusan sekolah mereka ga jeblok aja.

English Debate

Tanggal 03 Juli yang lalu s/d 05 Juli Ivan menghabiskan waktu liburnya mengikuti acara yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Nasional Sumut. Acaranya berupa perlombaan berbagai macam materi seperti lomba IPA, IT, Cerdas Cermat, Debat dalam bahasa Inggris, Kesenian (modelling, puisi), dll. Semua sekolah tingkat SD, SMP, SMU boleh ikut. Tetapi peserta lomba dikhususkan pada pelajar yang berkemampuan "luar biasa" dalam hal ini pelajar berkemampuan di atas rata-rata dan pelajar dengan kemampuan di bawah rata-rata.

Dari SMP Akselerasi Al-Azhar, Ivan terpilih untuk ikut lomba debat bahasa Inggris antar sekolah bersama seorang temannya sekelas, Nasir. Mulanya Ivan tidak begitu pede untuk ikut lomba tsb, dia merasa tidak bisa, katanya. Tapi kami sebagai orang tua, walaupun juga sebenarnya tidak terlalu yakin bahwa Ivan bisa mengikuti lomba, tetap memberi motivasi padanya agar mau ikut. Kami katakan bahwa tidak penting apakah nantinya Ivan menang atau kalah dalam lomba tsb, yang terpenting Ivan sudah punya pengalaman berpartisipasi. Alhamdulillah akhirnya Ivan bisa kuat hati untuk ikut.


Jadilah selama beberapa hari menjelang tanggal 03 Juli, Ivan bulak balik ke sekolah untuk latihan dengan guru bahasa Inggris. Tapi begitupun aku dibuat sibuk juga untuk membantunya menyiapkan karangan tentang Kontroversi Ujian Nasional, dalam bahasa Inggris lagi. Materinya kami ambil dari berbagai sumber di internet lalu diterjemahkan dalam bahasa Inggris. Lumayan butuh energi ekstra juga apalagi saat itu pembantuku lagi mudik belum balik ke Medan. Repot dan heboh lah, ngerjain terjemahannya bisa sampai tengah malam. Demi anak, dijalani jugalah.

Tanggal 3 Juli Ivan dari sekolah bersama guru pendamping dan peserta lainnya pergi ke tempat acara dan menginap disana selama 2 malam. Jadwalnya, 3 Juli acara pembukaan, 4 Juli lomba debat dan lomba-lomba lainnya, 5 Juli selesai/pulang.

Tanggal 5 Juli sesampai di rumah ku wawancara Ivan bagaimana acara lombanya. Katanya dia bagus dalam debat-nya tapi kalah di bagian essay. Ya tidak masalah kata ku, karena dia sudah mau ikut partisipasi saja itu sudah bagus untuk menambah pengalamannya. Pengalaman ini menjadi pembelajaran yang baik baginya tentang keberanian dan kepercayaan diri berbicara di depan orang ramai. Btw, Yang menang di acara debat itu adalah sekolah St.Thomas, juara kedua dari Al-Azhar, si Nasir, teman Ivan.

Aku masih penasaran juga bagaimana Ivan saat berdebat, maka kutanyakan padanya kira-kira dalam debat itu apa yang ditanyakan judges padanya.

"Salah satu pertanyaan judges Ma, 'Do you think that teachers are some kind of facilities of a school?', " katanya.
"Apa jawab Ivan?" tanyaku.

"Gampang aja, jawabannya '
I think teachers are not school's facilities, but they are student's parents at school'," jawabnya.
"Hey...bagus jawabannya Van, " pujiku, agak terkejut kog dia punya ide seperti itu.

Terus terang aku tidak menyangka bahwa Ivan punya good talent dalam berbahasa Inggris. Mungkin ini salah satu hal baik darinya yang mesti dikembangkan selain kemampuannya menyerap materi IT. Dari segi penguasaan vocabulary dan pronounciation sudah lumayan lah, tapi grammar-nya, terutama dalam menulis yang masih perlu banyak latihan.

It's okey son, keep on learning, Mom will lead you the way.........