Sunday, November 15, 2009

SMANSA SMA Favorit

Lama sudah tak menulis di blog ini. Jadi agak gagap juga neh. Sekarang mo cerita dikitlah tentang sekolah anak-anak. Eh sebelumnya sorry lah klo tulisan ini agak ga sesuai tata bahasa Indonesia yg baik & benar, maksudnya biar enak aja dibacanya geto. Singkatnya biar gaul dikitlah...

Akhirnya Ande & Ivan tamat SMP di Al-Azhar. Seterusnya tugas kami sebagai orang tua untuk mencarikan sekolah yg bagus bagi mereka. Mulanya Ivan diikutkan test untuk SMA Aksel di Al-Azhar tapi ga lulus. Akhirnya di coba juga di SMA I Medan (SMANSA) sekolah favorit di Medan.

Informasi dari berbagai pihak tentang sekolah tsb beragam. Ada bernada miring karena banyak anak orang kaya di dalamnya, ada juga berkesan positif karena banyak prestasi walau kebanyakan dalam bidang entertainment. Yang jelas hingga saat ini SMANSA tsb masih jadi sekolah favorit. Apalagi di sana ada SMA Internationa-lnya.

Akhirnya Ande & Ivan ikut test juga di SMA I kelas International. Meski kami tahu jika masuk disana biayanya jauh lebih mahal daripada SMA reguler-nya. But it's ok. dengan syarat jika tak lulus di Inter maka akan kembali ke SMA Al-Azhar.

Alhamdullilah akhirnya keduanya lulus di SMA International. Kami bersyukur, karena mereka mendapat sekolah favorit di kelas yg favorit walau biayanya menurutku mahal, tapi mudah2an sepadan dengan fasilitas yg didapat nantinya.

Selayang pandang tentang kelas Inter (demikian anak2ku menyebutnya) : sistem pembelajarannya secara bilingual. Dan untuk kelas bhs inggris diajar oleh native speaker. Buku pegangan juga ada yg fully English ada yg billigual. Dan setiap muridnya mendapat laptop karena belajar sudah semi e-learning. Good-lah....


Ya sekarang Ande & Ivan sekelas di kelas X SMA I International. Mudah-mudahan hingga sekarang mereka dapat mengikuti pelajaran dengan baik. Semoga di smesteran nati mereka dapat ranking terbaik, ku doakan. Amien.

Saturday, March 28, 2009

Test Aksel Ivan (2-end)

Sedih dan rada kecewa juga waktu tahu Ivan ternyata tidak lulus test Aksel. Mungkin belum rezekinya. Sebenarnya aku masih penasaran. Tapi ya sudahlah.

Yang ikut test tsb berjumlah 38 orang tapi yang lulus tidak sampai 10 orang. Memang testnya ketat sekali. Syaratnya pun tinggi : nilai akademi mesti rata-rata 8 dan IQ > 130.

Sekarang aku mesti arahkan Ivan untuk ke sekolah mana. Tapi hingga kini belum tahu SMA mana bagusnya. Pilihannya SMA 1,SMA 2 atau SMA Telkom Tapi Ivan tidak mau SMA negeri.

Nantilah aku coba tanya - tanya informasi sekolah mana yang bagu selain itu.

Monday, March 23, 2009

HAPPY BIRTHDAY, RYAN

Tanggal 20 Maret 2009, Jumat, Ryan tepat berusia 7 tahun. Wah sudah besar anak ragil-ku. Dia senang sekali berulang tahun. Jauh-jauh hari dia pesan padaku untuk bawa kue HUT ke sekolah agar dapat dirayakan bersama-sama temen sekelasnya. Tapi sayang karena HUT-nya jatuh di hari Jumat, aku kan mesti kerja, maka keinginannya tak bisa kulaksanakan.

Akhirnya dia setuju merayakan HUT-nya di rumah saja dengan mengundang dua sahabatnya Wawan & Uti, keduanya anak tetangga. Jadilah Jumat malam kue ultahnya (tepatnya brownies ultah yang ku hias dengan coklat warna warni dan hiasan Naruto & lilin 7 tahun) dipotong-potong dan dibagi ke kedua temannya setelah lilin ditiup. (Wah, aku kelupaan nih membuat foto-fotonya untuk di up-load di sini). Gapapalah, pokoknya Ryan sudah senang. Apalagi dia juga dapat angpau dari Ivan, Ande, Papa dan diriku. Lumayan lah buat nambah tabungannya.

Memang sih kami tidak membiasakan diri untuk merayakan HUT anak - anak dengan meriah. Cukup di rumah saja. Jika ku sempat, kubuatkan kue, jika tidak, ku beli blackforest di bakery aja. Selain itu kubelikan juga makanan kesukaan anak-anak misal KFC, atau kami makan di luar bersama. Tambahannya, kubelikan kado kecil, atau angpau buat tabungan. Yang sederhana saja lah, pokokya berkesan.

Nah, Ryan sudah tujuh tahun, dan kami membujuknya untuk bisa tidur sekamar dengan Ivan, jangan dengan Papa Mama lagi. Akhirnya dia mau, jadi sudah 2 malam ini, mulai Sabtu malam yang lalu dia tidak tidur lagi dengan kami. Tapi sehabis subuh tetap saja dia pindah ke kamar kami. Mungkin masih belum terbiasa ya. Akupun kayaknya merasa ada yang hilang juga saat dia tidak tidur dengan kami lagi. Tapi mesti kutahan, karena memang sudah saatnya dia pisah tidur dari kami.

Ryan, semoga menjadi anak yang soleh ya nak.